Medan

Nelly Armayanti Minta Restu Kader HMI, Siap Wujudkan FORHATI Sumut Lebih Progresif

post-img
Foto : Nelly Armayanti, SP., MSP.

LDberita.id - Medan, Menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) KAHMI/FORHATI Sumatera Utara yang akan digelar pada 8–9 Mei 2026 di Parapat, dinamika organisasi mulai menghangat. Salah satu figur yang resmi menyatakan kesiapan untuk maju sebagai calon Ketua Umum/Presidium FORHATI Wilayah Sumatera Utara periode 2026–2031 adalah Nelly Armayanti, SP., MSP.

Langkah Nelly bukan sekadar pencalonan biasa, tetapi menjadi sinyal kuat hadirnya semangat baru dalam tubuh FORHATI Sumut. Dengan latar belakang sebagai akademisi, dosen di Universitas Negeri Medan, serta pengalaman strategis sebagai mantan Ketua KPU Medan, Nelly dinilai membawa kombinasi kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan sensitivitas sosial yang dibutuhkan organisasi perempuan alumni HMI saat ini. ujarnya di Medan. Rabu (6/5/2026),

Dalam momentum penting yang mempertemukan alumni Himpunan Mahasiswa Islam dari berbagai generasi dan profesi tersebut, Nelly menyampaikan niatnya dengan penuh kesungguhan sekaligus memohon restu dari seluruh keluarga besar HMI.

“Dengan segala kerendahan hati, saya memohon restu dan dukungan dari seluruh kader dan alumni HMI, khususnya KAHMI dan FORHATI Sumatera Utara, untuk mengemban amanah ini. Saya menyadari bahwa perjalanan ini tidak dapat ditempuh sendiri, melainkan harus dengan kebersamaan, keikhlasan, dan semangat kolektif,” ujarnya.

Menurut Nelly, pencalonannya bukanlah ambisi personal, melainkan panggilan pengabdian terhadap rumah besar yang telah membentuk perjalanan hidupnya. Ia menilai FORHATI harus kembali menjadi ruang konsolidasi gagasan, bukan sekadar arena kontestasi kekuasaan.

“Muswil ini harus menjadi ruang pemersatu, bukan ruang yang melahirkan sekat-sekat baru. FORHATI harus menjadi rumah bersama yang inklusif, hangat, dan memberi manfaat luas,” tegasnya.

Mengusung motto “Dulu Dibesarkan HMI, Kini Membesarkan FORHATI”, Nelly membawa visi besar menjadikan FORHATI sebagai ruang gerak perempuan alumni yang bernalar tajam, berempati dalam langkah, serta berdaya dalam karya. Ia ingin menganyam kekuatan intelektual dan kepekaan sosial untuk mendorong terwujudnya Sumatera Utara yang lebih adil, inklusif, dan berkemajuan.

Dalam misi yang diusungnya, Nelly menekankan pentingnya menyalakan kembali api intelektual perempuan alumni agar tetap kritis membaca dinamika zaman dan berani menyuarakan kebenaran. Ia juga mendorong lahirnya solidaritas lintas generasi dan profesi sebagai kekuatan kolektif yang saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.

Bagi Nelly, FORHATI tidak boleh hanya menjadi nama besar tanpa gerak nyata. Organisasi ini harus menjadi rumah hidup tempat bertumbuh, berbagi, dan berkontribusi langsung bagi masyarakat.

Tak hanya menawarkan gagasan, Nelly juga membawa sejumlah program kerja unggulan yang terstruktur dan aplikatif, seperti Ruang Nalar Perempuan untuk penguatan intelektual kader, Srikandi Berdaya sebagai program pemberdayaan ekonomi dan profesional perempuan, serta FORHATI Peduli sebagai gerakan sosial dan kemanusiaan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, ia juga menggagas Jejaring Emas Alumni untuk memperkuat kolaborasi lintas profesi, Akademi Kepemimpinan Perempuan guna mencetak pemimpin masa depan, serta digitalisasi FORHATI sebagai langkah strategis menjawab tantangan era teknologi dan transformasi organisasi modern.

Dalam pernyataan penutupnya, Nelly kembali menegaskan bahwa perjuangannya bukan soal jabatan, melainkan tentang keberanian untuk merawat dan membesarkan rumah bersama.

“Saya tidak datang membawa janji yang tinggi menjulang, tetapi niat yang tumbuh dari akar kesadaran saya. Bahwa FORHATI bukan sekadar nama, melainkan gerakan perempuan yang berpikir, peduli, dan bertindak.

Untuk itu, sekali lagi saya memohon restu dan dukungan dari seluruh kader dan alumni HMI. Mari kita berjalan bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan FORHATI yang lebih bermakna,” ungkapnya.

Muswil KAHMI/FORHATI Sumatera Utara di Parapat dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dengan fondasi nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan yang menjadi ruh perjuangan, FORHATI Sumatera Utara diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan moral dan intelektual perempuan alumni yang tidak hanya hadir dalam forum, tetapi nyata memberi kontribusi bagi masyarakat. (Roy)

Berita Terkait