LDberita.id - Batubara, Garda Gizi Anak Nusantara (GGAN) mengeluarkan peringatan keras terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Batu Bara SUMUT. GGAN menegaskan bahwa program ini adalah hak mutlak anak-anak untuk masa depan bangsa, bukan ladang bisnis bagi oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi dengan memangkas kualitas nutrisi.
Pernyataan ini muncul menyusul dimulainya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di beberapa titik di Batu Bara. GGAN mencium adanya risiko penurunan standar kualitas jika pengawasan lemah, mulai dari ukuran porsi yang tidak sesuai hingga penggunaan bahan baku yang tidak segar.
Ketua GGAN Ahmad Fatih Sultan, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim investigasi lapangan untuk memantau dapur umum dan sekolah-sekolah penerima manfaat.
"Kami mendukung penuh program Presiden, tapi kami tidak akan toleran jika ada pihak yang berani menyajikan makanan tidak layak atau memotong anggaran gizi anak-anak Batu Bara. Makan Bergizi Gratis harus benar-benar bergizi, bukan sekadar makan asal kenyang dengan menu yang ala kadarnya," tegas Sultan.
GGAN Batu Bara menyoroti tiga poin kritis yang menjadi "Rapor Merah" jika dilanggar:
Kualitas di Atas Kuantitas: GGAN menolak keras jika protein hewani (daging/telur/ikan) diganti dengan bahan yang lebih murah hanya untuk menekan biaya produksi.
Transparansi Anggaran: Menuntut keterbukaan informasi mengenai vendor dan asal bahan baku. GGAN mendesak agar hasil bumi petani lokal Batu Bara diprioritaskan, bukan didatangkan dari luar daerah yang hanya menguntungkan segelintir pihak.
Standar Kelayakan: Setiap porsi harus memenuhi uji klinis dan higienitas. GGAN tidak segan melaporkan secara hukum jika ditemukan praktik kecurangan yang membahayakan kesehatan siswa.
"Batu Bara harus menjadi contoh sukses, bukan contoh kegagalan karena praktik koruptif atau manajemen yang amatir. GGAN akan menjadi mata dan telinga masyarakat. Jika ada temuan penyimpangan, kami akan suarakan hingga ke tingkat pusat!" tambah Sultan dengan nada bicara yang lugas.
GGAN juga membuka Posko Pengaduan Gizi bagi orang tua siswa yang menemukan ketidaksesuaian menu pada program MBG di sekolah. Masyarakat diminta aktif memotret dan melaporkan jika kualitas makanan menurun atau tidak layak konsumsi.
"Ini soal masa depan generasi kita. GGAN pasang badan untuk memastikan setiap rupiah pajak rakyat kembali ke piring anak-anak dalam bentuk gizi terbaik," tutupnya. (End)
.jpg)




