Sumut

Akademisi dan Ulama Bersatu, Abdul Hakim Siregar Serahkan Qurban kepada Tuan Guru Batak

post-img
Foto : Dr. Abdul Hakim Siregar, S.Si., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (UNIMED) sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren MTs Nur Zam-Zam Marindal Deliserdang, melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik Almarhum Syeikh Abdurrahman Rajagukguk, Selasa (26/5/2026)

LDberita.id - Simalungun, Suasana khidmat penuh nuansa religius dan spiritualitas sufistik menyelimuti Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun saat Dr. Abdul Hakim Siregar, S.Si., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan (UNIMED) sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren MTs Nur Zam-Zam Marindal Deliserdang, melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik Almarhum Syeikh Abdurrahman Rajagukguk, Selasa (26/5/2026),

Kehadiran Abdul Hakim Siregar didampingi Jernih Siregar, Komisioner KPU Kepulauan Riau, serta Muhammad Mas’ud Silalahi, Pengasuh Rumah Qur’an dan Peradaban. Ziarah tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan perjalanan ruhani untuk meneguhkan kembali nilai-nilai adab, sanad keilmuan, dan spiritualitas Islam yang diwariskan para ulama kepada generasi masa kini.

Di tengah kehidupan modern yang kian sarat dengan orientasi material dan pragmatisme, tradisi ziarah ulama dipandang sebagai ruang kontemplasi untuk merawat kejernihan hati, memperkuat akhlak, dan menjaga kesinambungan nilai-nilai keislaman yang teduh serta penuh kasih.

Usai berziarah ke makam sang mursyid, rombongan melanjutkan silaturahmi ke Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun dan menyerahkan hewan qurban berupa seekor kambing kepada Tuan Guru Batak (TGB), Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA. Penyerahan qurban diterima langsung oleh TGB dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, doa, dan penghayatan spiritual yang mendalam.

Dalam tradisi tasawuf, qurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan semata, tetapi juga simbol pengorbanan ego, kesombongan, serta keterikatan terhadap duniawi demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nilai-nilai itulah yang terasa hidup dalam pertemuan tersebut, ketika kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan ulama menyatu dalam semangat ukhuwah Islamiyah dan pengabdian kepada Tuhan.

“Warisan ulama bukan hanya tersimpan dalam kitab dan ceramah, tetapi hidup dalam keteladanan, adab, dan cahaya spiritual yang terus membimbing umat di setiap zaman,” ungkap Abdul Hakim Siregar dengan penuh takzim.

Sementara itu, Tuan Guru Batak Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA menyampaikan rasa syukur serta doa agar ibadah qurban yang diserahkan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan dan semakin mempererat hubungan persaudaraan antara ulama, intelektual, dan masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi potret bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, majelis persulukan, tradisi ziarah, dan ibadah qurban tetap memiliki tempat penting sebagai ruang penyucian jiwa, penguatan nilai kemanusiaan, serta perawatan spiritualitas Islam yang damai, sejuk, dan berkeadaban. (Has)

Berita Terkait